Langsung ke konten utama

peron yang tak lagi dituju

hingga detik ini langit masih baik-baik saja

angin tetap berhembus, ikan tetap berenang 

tiada yang berubah dan tiada yang berubah polanya

aku menikmati cuaca sembari menyiram kembang


aku tetap menikmati dalam pusara keindahan yang sudah fana

dan kamu sudah melangkah menjadi jelas dalam dekapan yang baru

aku terseok-seok terhantam pasca inggris menaika tarif harga

kamu sudah teguh bersama china dengan congkak dan belagu


ku kira hanya sekedar hujan lebat sementara 

yang aku telan telah habis diperhitungan hijriah sebelumnya 

ternyata masih ada badai peluru dan hujan bom yang aku dera

semenjak aku salah turun dari kereta yang sudah 5 warsa beriringan


semuanya lumer satu persatu tanpa perlawanan 

sedari kalbu yang renta

raga yang lunglai

ekonomi yang merah

semuanya terbakar dan terurai dan menjadi abu


sepi  di peron yang sama saat aku turun dari kereta itu

aku siapkan meja, kursi, kembang, tembang, lambang, agar indah dan nyaman

aku bersenandung, menjaga aromanya

memesan bakso yang sama

menyiapkan bunga terbaik untuk menyambut kereta itu kembali lagi


aku masih menyiram dan terus menyiram

mengabaikan kereta lain yang datang dalam beberapa bulan terakir

semakin aku menyiram semakin aku terjerembab dalam pusara kereta lama

entahlah mungkin hingga akhir aku tetap menunggu kereta lama menjemputku lagi

hingga aku mendapatkan pengumuman bahwa kereta yang lama tidak akan kembali

sudah dialihkan ke peron lain untuk menjemput penumpang dengan tujuan yang lebih terang

aku akan menunggu di peron ini

peron berkabut di jelaga keheninganku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tubuhmu otoritasmu

Nata,aku ingin bercerita sedikit soal arti kata seksi atau cantik dalam sudut pandangku sebagai cowok yang agak macho yang dengerin lagu metal dan punk terasa terhampar pas dengerin lagunya Tika and the dissident yang judulnya tubuhku otoritasku yang di play via u-tube secara acak,gue di situ kek kesamber geledek yang di turunin dewa Zeus dari lagunya Tika yang meneriakan hak hak wanita yang digerus sama trend fashion yang jadi budak kecantikan kapitalis hihi :) berat yeeee kata kata gue tau deh nih hasil pemikiran gue tentang keadaan wanita masa kini Nata,kamu tahu esensi kata cantik yang sebenarnya? Apa artinya hanya dipuji lawan jenis? Atau agar banyak di puja lawan jenis? Percayalah nata jika itu palsu,lelaki itu buaya,iya aku juga buaya.pertama,lelaki memuji hanya untuk membuatmu terlena dan termakan di perangkapnya.kedua,jika banyak lelaki yang mengejarmu itu berarti kamu punya dada besar yang diumbar dan wajahmu binal,enak untuk di tiduri pikirnya sama aku juga seperti itu, mak...

Si metal yang introvert

Halloo,whats up? Piye kabare?apik toh? Aammiinn hehehe, Di sini gue mau cerita soal pribadi gue yang bisa di bilang aneh,iyee soalnya gue suka ngemil batu bara,pake nasi coy biar kenyang,apasi? Back to the topic beray. Sebagai ABG-ABG labil yang pada umumnya,pasti suka musik dan pasti menyukai berbagai macam genre,entah itu dangdut,jazz,pop,dangdut jazz atau dangdut koplo yang ngepop,atau engga metal \m/ all hail 666,all hail satan!! Hahaha,lebay.nah,gue sendiri memilih jalan yang islami  banget,yaa aliran metal yang gue pilih,gak tau kenapa gue suka banget sama nih musik,mungkin karena ngedengerinnya penuh penghayatan kali ya,karena kita ngedengerin lagu teriakan-teriakan yang kata temen gue bilang "lagu apa si nih! Lagu udeh kaya teriakan orang di siksa neraka uwwwwweeeekk,uweeeekkk gitu lagunya," hahahaha ada benernya juga gue ngomong musik yang islami karena tiap denger tuh lagu gue keinget mati braayyy hahaha, pastilah setiap ABG yang suka musik pasti pernah punya band...

Ode Penyesalan

Aku akan mencintaimu dengan sangat tenang, tanpa tergesa-gesa, Seperti bulan yang letih, melangkah perlahan melintasi waktu, Tanpa ragu, hanya ada bisik keheningan dan senandung kesunyian. Aku akan mencintaimu seperti doa malam yang dilantunkan penuh harap, Dari seorang ibu untuk anaknya—ikhlas, damai, dan pasrah. Aku tahu, segalanya telah usai. Kita telah berakhir, dan kamu kini berlabuh di pelukan lain. Sementara aku terjebak dalam bayangan indahmu, Sosok yang setia menemani lebih dari lima tahun lamanya. Aku tahu, semua ini karena keegoisanku, Kebodohanku yang mendambakan kebebasan tanpa berpikir. Kini aku sadar, harga kebebasan itu terlalu mahal, Dan aku, dengan gila, berani menukar segalanya untuknya. Harganya adalah kesepian… dan kekosongan. Yang lebih gila lagi, dari semua ini, Adalah perasaan yang justru semakin mencintaimu, Semakin tak mampu melepaskan bayangmu. Melihatmu tumbuh, bermekaran seperti ulat menjadi kupu-kupu indah. Namun kini, aku hanya bisa menatap dari kejauhan,...