Keberaniannya melayu
Layaknya bunga mawar yang kritis
Wajahnya muram dengan langkah kuyuh
Memikirkan masa depan yang kian miris
Jiwa mudanya terkekang tanggung jawab
Terpaksa bekerja untuk makan sehari-hari
Kian hari dunianya tak akrab
Pelariannya hanya mimpi
Pernah ia di hadang kesempatan
Kesempatan mengejar mimpi
Mimpi sebelum tidurnya
Ia pikirkan setiap detiknya
Hari semakin berlalu
Dan keputusan belum tercipta
Punya waktu tidak punya uang
Punya uang tidak punya waktu
Itu yang membuatnya ragu
Keputusan terjadi
Ia mati dalam keraguan
Terlelap kenyamanan
Hingga mimpi hanyalah mimpi
-berayen
Komentar
Posting Komentar