Jangan tanya lagi siapa yang lebih hebat dalam mengagumimu.rasa kagum ini boleh di adu,rasa ini sudah tersungkur berulang kali dalam harap penuh risau.Tanpa asa yang terlelap di saat fajar.
Kulalui hari penuh harap untuk dapat menatap kedua bola mata itu.Namun,ciutlah keberanianku tergerus hentakan sepatu heelsmu yang berbunyi seperti tapak kuda yang sedang melenggak elegan,penuh percaya diri memasuki arena pollo,Aku juga heran! Semua harap dan keberanianku lenyap begitu saja.padahal, selalu ku pupuk di setiap malamku.
Aku sempat curiga.kamu mempunyi ilmu magis yang sudah turun-temurun dari nenek moyangmu yang masih mengikuti ajaran lama.Entahlah,Saraf-sarafku seprrti mau putus bila memikirkan itu.Biarlah itu menjadi misterimu yang selalu asik untuk di telisik sambil berbisik.Kamu tahu? Kopi pagi ini terasa manis yang aku racik sendiri dengan tangan kasar ini.Kopi hitam sedikit gula dan penuh miris.ditemani hujan yang membawa beribu cerita di setiap tetesnya.Tapi sayang,cerita ini cerita sedih,cerita cinta yang kunjung usai pedihnya
Memang aku akui aku kalah.Aku tidak bisa memetik gitar seperti teman bandmu,tidak bisa menggambar seperti grup rumahmu.Aku hanya bisa menulis di kertas putih bergaris di buku catatanku.tapi,jika suatu hari kamu menemukan sebuah buku romance yang tidak happy ending seperti buku buku lain,dan tokohnya tidak asing di telingamu yakinlah itu kisahku.
Nb : pict gugel
Komentar
Posting Komentar