Kala itu hujan deras,aku masih ingat betul.saat kita berdua,menunggu hujan reda,tapi semakin lama malah semakin deras yang memaksa kita setia menunggu tanpa suara.yang terdengar hanya derasnya suara hujan yang menabrak atap garasi rumah yang kita tumpangi.Aku ingat betul,wajah pucatmu yang mencoba tetap sadar dari pakaian yang basah sampai diterpa angin kencang dan hujan deras ssore itu.Parasmu terasa berbeda,di balik kantung mata yang terlihat perkasa itu,ternyata ada sisi lain di baliknya,saat itu berbeda terlihat sosok rapuh,sendu dan kosong entah seberapa dalam kekosongan itu,yang aku tahu dari parasmu dan senyum kosongmu itu telah di tempa lama.sebelum kita saling kenal yang pasti.aku ingat betul,aku mengajakmu makan ketoprak yang kebetulan penjualnya sedang berteduh bersama kita.dan kita pesan satu piring berdua "biar mesra" kataku.asal kamu tahu aku tidak punya uang sama sekali saat itu,kamu mengiyakannya tanpa komentar dengan senyum tipis menggigil
Alasan lain aku mengajakmu makan.Aku takut Kamu semakin dalam terjatuh ke sosokmu yang rapuh,aku takut, kamu terlena dan terjebak akan kesedihan masa lalumu.aku mengakui,hujan memiliki aura mistik yang menakutkan yang bisa menghanyutkanmu dengab semua kenanganmu bersamanya,bersama aku,bukdhemu,pakdhemu,rumput,aspal,dan terlalu banyak bila kusebutkan satu-persatu.
hujan selalu membawaku ke dimensi itu.hujan terlalu klise dan membosankan. jika bicara Hujan pasti bicara kerinduan sama seperti bicara pagi dan semangat tidak bisa terpisahkan.tapi,bisa berbeda jika di lihat dari sisi terluar rindu.hujan tanpa rindu dan lainnya sama dengan kekosongan menurutku.aku harap kamu membaca ini di saat hujan dan sedang berteduh entah dirumah,di halte,di bawah pohon,atau di garasi itu.Agar dimensi itu terulang padamu.biar kamu tahu tiada gading yang tak retak dan supaya kamu tahu aku sudah melewati fase itu,kejadian itu membuatku lebih mengerti apa arti kenangan.
Sekarang aku siap! Untuk mengulangi lagi,jatuh cinta lagi,bicara hujan,rindu,atap garasi,aspal yang baru,bicara pagi dengan semangatnya,bicara paras dan pancaran mata yang lebih menawan,hingga tanda alam yang menuntunku mengejar cinta yang baru.
Hello hello,engga tau kenapa tulisan gue akhir-akhir ini galau mulu yak,gapapalah yak kata lagu dangdut aja "hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam" hampaaa coy artinya
Nb:foto hanya illustrasi Dan sumurnya google
Komentar
Posting Komentar